install theme
Konsolidasi Project Officer #PPSEHATI #PKPUJOGJA

Konsolidasi Project Officer #PPSEHATI #PKPUJOGJA

#CAPACITYBUILDING#PROSMART#PKPUJOGJA

#CAPACITYBUILDING#PROSMART#PKPUJOGJA

#Stikerkoplak

#Stikerkoplak

Petrichor?

Bangun tidur dan bau tanah setelah hujan adalah perpaduan yang paling sempurna untuk mengawali hari yang begitu padat, saya rasa banyak yang mengamini pendapat saya tersebut. Memang salah satu bau favorit saya adalah bau yang timbul pasca hujan, sangat alami dan menyegarkan. Setelah searching di Google, ternyata bau tersebut ada namanya, yaitu “Petrichor”. Petrichor adalah salah satu bau alami yang tercium saat hujan turun membasahi tanah yang kering. Istilah petrichor diciptakan dari kosakata Yunani oleh ilmuwan Australia pada tahun 1964 dalam jurnal ilmiahnya. Kata ini tersusun dari bahasa Yunani, petra yang berarti batu dan ichor artinya cairan yang mengalir dalam pembuluh darah para dewa dalam mitologi Yunani. Istilah ini diciptakan pada tahun 1964 oleh dua peneliti Australia, Bear dan Thomas, untuk sebuah artikel di jurnal Nature. 

Petrichor sebenarnya disebabkan oleh beberapa hal. Namun, yang paling berkontribusi terhadap munculnya petrichor ada dua hal. Pertama, minyak yang menguap dari tumbuhan. Tumbuhan mengeluarkan sejenis minyak yang mudah menguap yang kemudian terkumpul di berbagai permukaan, seperti misalnya bebatuan. Minyak tersebut bereaksi dengan tetesan air hujan dan dilepaskan sebagai gas ke udara. Kedua, geosmin yang dilepaskan oleh mikroba. Geosmin adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh beberapa mikroba yang hidup di tanah, air tawar, dan air laut, seperti cyanobacteria dan actinobacteria. Geosmin dilepaskan ketika mikroba mati, dan saat terkena terpaan air hujan, geosmin terangkat ke udara dan terciptalah aerosol partikel geosmin dalam udara. Geosmin juga penyebab mengapa ikan air tawar suka berbau tanah.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ : Maka, nikmat Allah manakah yang kamu dustakan?“ 

Hujan yang menyegarkan, petrichor yang menenangkan, maka jangan menghujat hujan, jangan bersumpah serapah karena hujan. Nikmatilah dengan kebersahajaan, berdamailah dengan alam, maka kesyukuran yang akan engkau dapat. Wallahu a’lam bishshowab.

islamicthinking:

Allah SWT is my Lord.

islamicthinking:

Allah SWT is my Lord.

Bendera Itu Lusuh

Ketika mengikuti munasoroh Rohingya beberapa bulan lalu, saya sempat istirahat sebentar di depan Benteng Vendenburg hanya sekedar meluruskan kaki. Sejenak pandangan saya terfokus di bendera hijau besar yang bertuliskan Komunitas Rindu Syahid, tanpa berpikir lama saya langsung mengenali bendera tersebut. Bendera tersebut memang bendera kebesaran remaja masjid di kampung saya, dalam hati saya sempat berkata “alhamdulillah isih ono sik gelem aksi”, karena waktu itu saya ditugaskan oleh kantor untuk mengikuti aksi, jadi tidak bisa memonitoring secara langsung anak-anak remaja masjid.

Cat warna kuning jelas terlihat mengelupas, sisi bendera sudah tidak lagi terjahit rapi, warna dasar bendera sudah mulai usang. Apa yang bisa dibanggakan dari bendera itu? Ya benar, bendera itu sudah lusuh kawan !!! Entah telah berapa lama bendera itu dibuat, saya yakin belasan tangan juga sudah berusaha mengecat ulang tulisan “Laa ilaaha illallah” dengan berbagai tinta warna, bendera itu sudah menjadi saksi belasan aksi (munashoroh) dari Palestina hingga yang terakhir Rohingnya. Memang bendera hijau itu tidak punya nama khusus, kami mengenalnya sebagai bendera tauhid, karena di dalamnya terdapat tulisan dua kalimat syahadat yang sangat sakral bagi umat Muslim.

Bukan nilai fisik yang ingin saya tampilkan, tetapi value dan history yang luar biasa terkandung didalamnya. Bagaimana kita menikmati dakwah, bagaimana kita mengamalkan amar ma’ruf nahi munkar hingga memahami konsep fastabiqul khairat secara bersama-sama. Yah itulah dinamika remaja masjid, dinamika orang-orang yang berhimpun di jalan Allah SWT, ikhlas dalam berkerja dan bersabar dalam menghadapi ujian serta nikmat. Salah satu hadist yang hingga saat ini masih saya pegang dan menjadi penyemangat: 

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَظِلَّ اِلاَّظِلُّهُ: اِمَامٌ عَادِلٌ وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ اللهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسْجِدِ اِذَاخَرَجَ مِنْهُ حَتَّى يَعُوْدَ اِلَيْهِ وَرَجُلاَنِ تَحَاباَّ فِى اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَافْتَرَقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ فِى خَلْوَةٍ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتَ مَنْصَبٍ وَجَمَالٍ اِلَى نَفْسِهَا فَقَالَ اِنِّى أَخَافُ اللهَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ.

 

Ada tujuh golongan orang yang akan dinaungi Allah yang pada hari itu tidak ada naungan kecuali dari Allah: pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah, seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid ketika ia keluar hingga kembali kepadanya, dua orang yang saling mencintai karena Allah, yaitu keduanya berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah, seseorang yang selalu berdzikir kepada Allah di tempat yang sunyi lalu kedua matanya meneteskan air mata, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan yang tinggi lagi cantik untuk menggaulinya tubuhnya, maka ia berkata: sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam dan seseorang yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu ia merahasiakannya sehinggi tangan kirinya tidak tahu apa yang dibelanjakan oleh tangan kanannyha  (HR. Bukhari dan Muslim).


Hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim tersebut memang selalu menjadi favorit dalam menyemangati diri sendiri, karena salah satu dari 7 golongan yang dilindungi oleh Allah SWT adalah remaja yang hatinya terkait dengan masjid. Memang sangat tidak mudah menjadi seorang remaja yang hatinya terpaut dengan masjid, apalagi melihat perkembangan sosial remaja saat ini. Mungkin secara normatif akan menjadi sangat aneh, ketika malam minggu tiba banyak remaja yang meluangkan waktunya di masjid, entah hanya bersilaturahmi, tadarus atau bahkan bersendau gurau. Banyak orang bakal bertanya “lho mas/mbak kok gak malam mingguan?” seolah kata “malam mingguan” sudah menjadi frase psiko-sosial tersendiri di masyarakat untuk menggantikan kata hura-hura, senang-senang, pesta atau pekerjaan lainnya yang mayoritas melibatkan aktivitas remaja di dalamnya.

Saat ini memang saya tidak bisa lagi menikmati “romantisme” remaja masjid, karena dunia kita sudah berbeda kawan, he3..alias saya sudah jadi bapak-bapak yang mempunyai tanggung jawab lain. Tetapi ada saja “something” (kata syahrini: sesuatu-red) yang seolah membuat saya enggan meninggalkan romantisme tersebut, walaupun sekarang saya menikmatinya dengan cara yang berbeda. Tidak mudah melunturkan ingatan 15 tahun bersama Melati Muda (remaja masjid Al Azhar Suryowijayan-red), memang cukup panjang perjalanan saya di remaja masjid yang penuh retorika dan cerita. Dari cerita membangun dakwah di kampung, hingga sekarang berpikir bagaimana mengembangkan  potensi kader dakwah. 

Semakin lama memang tantangan dakwah para remaja masjid semakin banyak dan kompleks, apa lagi melihat modernisasi dan westernisasi yang kian mengerikan dan akut. Semoga kita terlindung dari semua penyakit tersebut, amin. Sudah seharusnya remaja masjid era millenium ini berpikir lebih berat, ketimbang biasanya. Sekarang bukan saatnya berpikir tentang “aku”, tetapi “mereka”, sekarang saatnya “aku” yang beraksi, bukan sekedar menyuruh “mereka” yang bekerja. Masih banyak saudara kita yang membutuhkan bantuan kalian kawan..!!! Kalau mengajar TPA saja sudah malas, bagaimana nanti ketika mengajari anak kalian tentang nilai agama? Kalau diajak pengajian saja niatnya masih setengah-setengah, bagaimana nanti ketika kalian mengajak keluarga kalian menuju kebaikan? Kalau diajak bakti sosial (mencari rongsokan) saja kalian mengeluh capek, bagaimana nanti ketika kalian dihadapkan dengan kebutuhan finansial keluarga yang terbatas dan harus bekerja banting tulang, peras keringat? Ingatlah kawan, kalian ditempa di remaja masjid untuk menjadi manusia yang tangguh, tangguh secara keimanan, fisik dan mental.

Bolehlah bendera tersebut menjadi lusuh, warnanya mulai pudar, jahitannya mulai rusak, tetapi keimanan dan semangat dakwah kalian tidak boleh luntur sama sekali. Itu mutlak teman…!!! Janganlah berbangga atas prestasi duniawi, berbanggalah ketika kalian lebih bermanfaat kepada orang lain. “Khoirunnas Anfa “uhum linnas”, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Wallahu alam bishawab.

Fastabiqul khairat, Albirru Manittaqo.


islamicthinking:

Salah in congregation.

islamicthinking:

Missing salah? What’s your excuse?

islamicthinking:

Missing salah? What’s your excuse?

(Source: politics-war)

ALL AMERICAN MUSCLECanon EOS 1100 D55-250 Canon fix lensf-4ISO 8001/800AV ModeWB ManualEditing: resize, photoshop HDR

ALL AMERICAN MUSCLE
Canon EOS 1100 D
55-250 Canon fix lens
f-4
ISO 800
1/800
AV Mode
WB Manual
Editing: resize, photoshop HDR